Gubernur NTB Dorong Penguatan Program Penanganan Kemiskinan

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal bertemu dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Jakarta


VOICE NTB,- Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal bertemu dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (9/3), untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam percepatan penanganan kemiskinan dan berbagai persoalan sosial. Dalam pertemuan tersebut, Kemensos menyatakan antusiasmenya menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial secara terpadu.


Menteri Sosial memaparkan sejumlah program prioritas, termasuk pembenahan sistem data bantuan sosial melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kini dikelola bersama Badan Pusat Statistik sebagai wali data nasional. Selain itu, Kemensos juga menjalankan program Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem serta pembangunan kampung nelayan terpadu sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.


Dalam kesempatan itu, Gubernur NTB memaparkan tiga prioritas pembangunan daerah, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pengembangan pariwisata. Ia menyebut NTB masih termasuk dalam 12 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi, dengan sekitar 106 desa dan hampir 114 ribu kepala keluarga masuk kategori miskin ekstrem. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov NTB menjalankan program Desa Berdaya yang memberikan pendampingan desa serta dukungan usaha produktif bagi keluarga miskin.


Gubernur juga mengusulkan agar keluarga penerima program pemberdayaan tetap mendapatkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan selama masa intervensi, sehingga memiliki waktu untuk benar-benar mandiri secara ekonomi. Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTB.

#ntbmakmurmendunia

Lebih baru Lebih lama