Breaking News

Sapoan Hazizi Beri Catatan Kritis dari Pelosok NTB

Foto: Penggiat sosial kemasyarakatan, Founder Ekspedisi Plosok Indonesia dan Bakti Nusa Tenggara Barat, Sapoan Hazizi, Voice NTB.

VOICE NTB,- Penggiat sosial kemasyarakatan, Founder Ekspedisi Plosok Indonesia dan Bakti Nusa Tenggara Barat, Sapoan Hazizi, menyampaikan catatan kritis atas perjalanan 2 tahun terakhir dan harapannya untuk 3 tahun ke depan.


Menurut Sapoan, 2 tahun terakhir adalah fase fondasi. Banyak program besar dicanangkan pemerintah, dari hilirisasi, ketahanan pangan, hingga makan bergizi gratis hingga koprasi desa merah putih.


Tanggapannya, kami di akar rumput merasakan ada niat baik membangun. Jalan-jalan provinsi mulai tersambung, program pangan mulai masuk. Itu harus kita akui sebagai kemajuan," ujar Sapoan, Sabtu (18/10/2026).


Namun, ia menilai fondasi itu belum kokoh sampai ke pelosok.


Selama 2 tahun saya keliling di plosok indonesia, saya temukan 3 PR besar yang belum tuntas : Pertama, petani panen tapi tidak kaya karena harga dikuasai tengkulak. Kedua, anak muda lulus sekolah tapi tidak punya skill yang nyambung industri, Ketiga, kebijakan masih Jakarta-sentris, belum desa-sentris," tegasnya.


Ia mencontohkan, di beberapa desa di Lombok Timur dan Sumbawa Barat, hasil jagung melimpah tapi gudang penyimpanan dan akses pasar tidak bisa di jangkau dgn mudah. Nelayan melaut dengan hasil banyak tapi rusak di jalan karena tidak ada cold storage.


Artinya, 2 tahun ini kita baru membangun programnya. Belum membangun ekosistemnya," kata Founder Ekspedisi Plosok Indonesia itu.

Untuk 3 tahun mendatang, Sapoan menitipkan harapan yang ia sebut sebagai "3 Tuntutan dari Pelosok":


3 Tahun ke Depan Harus Jadi Tahun Desa Produktif Jangan lagi anggaran habis di seminar dan baliho. Turunkan 30% anggaran kementerian langsung ke BUMDes, kelompok tani, dan UMKM pemuda. Bangun jalan tani, embung, dan pabrik mini pengolahan hasil bumi di desa.


3 Tahun ke Depan Harus Jadi Tahun Pemuda Penentu Kebijakan.Libatkan pemuda NTB dalam penyusunan RPJMD, APBD, dan Musrenbang. Jangan hanya jadikan kami penonton upacara. Kami dari Bakti NTB siap beri data lapangan gratis, bukan cuma tepuk tangan.


3 Tahun ke Depan Harus Jadi Tahun Kedaulatan Sejati.

Berdaulat bukan hanya soal upacara bendera. Berdaulat itu ketika anak NTB bisa makan, sekolah, dan kerja layak dari tanahnya sendiri tanpa harus merantau jauh.


2 tahun sudah cukup untuk membangun niat. 3 tahun ke depan harus membangun bukti. Kami di pelosok menunggu bukti itu. Kami tidak akan diam, kami akan kawal sampai dusun terakhir," pungkas Sapoan.

© Copyright 2023 - VOICE NTB
Voice NTB Channel

Kepo channel di